Tampilkan postingan dengan label what i thought. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label what i thought. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2022

Keruntuhan Khilafah?

Tulisan berikut ini hanya opini pribadi saja, tidak bermaksud mendiskreditkan pihak manapun dengan maksud apapun.


Objetivitas Sejarah

Sejarah, mengenai apapun, ditulis oleh pihak pemenang. Apapun yang ditulis oleh pihak yang kalah, tidak akan terpublikasikan. Subjektivitas sebuah sejarah adalah sangat besar. 

Sebagai perbandingan, kita lihat pada setiap sidang skripsi mahasiswa. Sebuah skripsi harus mencantumkan refensi yang dapat dipertanggungjawabkan, sebanyak mungkin referensi. Dan kemudian seluruh hasil skripsi ini pun harus diujikan dihadapan orang-orang yang memang dianggap kompeten di bidang topik skripsi tersebut. Artinya, saat skripsi ini kemudian dipublikasikan, hasil karya seorang mahasiswa ini objektivitasnya sudah teruji.

Perbandingan lainnya, yaitu mengenai periwayatan hadits Nabi. Hadits adalah semua perkataan dan perbuatan Nabi yang dilakukan setelah turun wahyu. Perkataan dan perbuatan Nabi ini diingat dan disaksikan oleh beberapa orang sahabat yang kebetulan hadir di momen itu. Dan kemudian diceritakan oleh masing-masing orang itu ke orang-orang berikutnya, dan berikutnya, dan berikutnya, hingga sampai kepada orang yang kemudian menuliskannya. Para periwayat hadits ini pun juga meneliti siapa saja yang menceritakannya, hingga sampai kepada Nabi. Apabila diketahui salah seorang penceritanya diketahui memiliki akhlak buruk, maka hadits yang diceritakannya tidak bisa digunakan.

Saya pernah mendengar, suatu hadits tidak bisa digunakan karena seorang penceritanya diketahui pernah memukul kuda nya. Kemudian hadits yang lain juga tidak bisa digunakan hanya karena seorang penceritanya pernah berbohong pada ayamnya, dengan menggerakkan jari-jarinya seolah hendak memberikan makanan, padahal tidak.

Jadi bagi saya, sejarah yang sangat tinggi objektivitasnya adalah hadits Nabi saw. Karena hadits merupakan satu dari dua hukum Islam, sehingga sangat layak dijadikan acuan dalam menjalani hidup ini. Persoalannya hanya apakah kita mau mempelajari dan mengamalkannya atau tidak. Hal ini menjadi pilihan masing-masing individu.


Menganai Sejarah Khilafah

Mengenai khilafah, saat ini sudah menjadi sejarah. Apakah kita wajib mempelajarinya?

Dengan tidak mengesampingkan pembelajaran mengenai pemahaman Quran dan hadits, sejarah khilafah harus diketahui. Apalagi memang sudah digariskan Islam akan berjaya sekali lagi sebelum dunia ini berakhir. Maka sangat penting mengetahui apa yang menyebabkan keruntuhan khilafah sebelum membangun yang baru.

Kebanyakan dari kita menganggap bahwa Mustafa Kemal Pasha, atau Attaturk adalah pengkhianat yang menyebabkan keruntuhan khilafah. Bagaimana kekhilafahan dihapuskan dan diganti dengan sebuah negara sekuler bernama Turki. Saya pun masih ingat bagaimana di buku pelajaran Sejarah di kurikulum tahun 1998, momen ini diberi judul 'Modernisasi Turki'.

Seperti yang sudah disampaikan di atas, ini bukanlah hadits yang sangat hati-hati dalam pencatatan (periwayatan) nya. Momen sejarah ini bukanlah momen yang terjadi dalam waktu 1 - 2 tahun, tapi ribuan tahun dengan area dunia. Siapakah yang sanggup mencatat apa yang terjadi dalam ribuan tahun dalam cakupan area seluruh dunia? Dalam skala kecil, apakah Anda sanggup mencatat apa yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam, apa yang dilakukan oleh Anda, istri Anda, anak-anak Anda?

Maka dari itu, memahami apa yang terjadi sejarah ribuan tahun yang lalu memerlukan banyak sekali referensi dari berbagai sudut pandang.

Eropa mengalami era yang disebut Zaman Kegelapan, di saat Dunia Tengah mengalami apa yang disebut Zaman Keemasan, yaitu saat dinasti Abbasiyah. Yang tentu saja ini sebutan dari penguasa dinasti itu.

Dari beberapa sumber yang saya dapatkan, saya mendapati bahwa selain masa Khulafaur Rasyidin, tidak patut bagi seorang muslim untuk menjadikan masa atau penguasa saat itu sebagai acuan. Memang ada beberapa masa dan penguasa yang patut dijadikan pelajaran untuk beberapa episode kehidupannya. Namun tidak ada yang lebih baik untuk dijadikan acuan selain daripada kehidupan Nabi saw dan sahabatnya. Generasi tersebut adalah sebaik-baik generasi sepanjang kehidupan di bumi ini.

Mempelajari apa yang terjadi pada masa setelah Khulafaur Rasyidin pun memerlukan banyak kebijaksanaan dalam memahami apa yang terjadi. Dan dengan tidak mengasumsikan bahwa hal tersebut adalah 100% penerapan Islam, walaupun masa itu adalah masa keemasan Islam, dengan penguasaan sepertiga wilayah bumi. Apakah Islam mengajarkan membunuh seseorang untuk mendapatkan kekuasaan? Saya yakin tidak. Tapi apakah pada saat itu pembunuhan orang tersebut adalah sesuatu yang salah? Saya pun tidak bisa menghakimi.

Pada saat Perang Unta, yang diakhiri dengan Ali bin Abi Thalib ra berhadapan dengan 'Aisyah ra, dan korban sepuluh ribu muslim tewas. Saya tidak dalam kapasitas untuk menghakimi siapa yang salah antara menantu Nabi saw tercinta atau istri Nabi saw yang sangat dicintai beliau. Di titik ini sangat diperlukan kebijaksanaan untuk berhenti dan tidak memutuskan siapa salah dan siapa benar. Saya pun akan bingung apabila saya berada di sana pada saat itu, siapa yang akan saya bela.

Maka dari itu, saya pribadi tidak mengatakan bahwa Attaturk adalah pengkhianat yang membuat kekhilafahan itu dihapuskan. Mungkin secara teknis, dia memang melakukan hal itu. Tapi sangat mustahil bahwa satu orang Mustafa Kemal Pasha bisa meruntuhkan kekuasaan sepertiga bumi. Kemungkinannya hanya 2, kekhilafahan nya yang memang sudah sangat lemah, atau dia mendapat dukungan dari 2 per tiga sisa kekuasaan di bumi.

Dan kedua penyebab itulah yang terjadi.

Daripada mengenang Zaman keemasan dan membanggakan bagaimana Islam pernah menguasai sepertiga bumi, saya cenderung untuk tetap mempelajari kemungkinan pertama, mengapa kekhilafahan bisa melemah. Dan sampai saat ini pun muslim masih merasakan ketidakadilan di berbagai belahan bumi.

Bahwa itu adalah ujian dari Allah adalah urusan masing-masing personal, bagaimana mereka menghadapi ujian tersebut. Bahwa itu adalah karena manusia melanggar aturan Allah dan Nabi saw adalah sudah pasti.

Tapi perlu lebih detail lagi, apa yang salah, mengapa bisa salah, darimana acuan benar salahnya. Dan pertanyaan ini pun bukan untuk menghakimi, tapi bagaimana pertanyaan ini relevan untuk masing-masing pribadi.

Salah satu penyebab keruntuhan khilafah adalah nepotisme. Seperti yang dilakukan oleh Muawiyah di Dinasti Umayyah. Hal ini adalah salah. Zaman sekarang pun tetap salah. Kaidah bahwa kepemimpinan harus dipertanggungjawabkan kelak, dan pertanggungjawabannya lebih berat daripada yang dipimpin, seperti tidak diingat sama sekali. Kembalikan ke diri sendiri, apakah saya tidak akan melakukan demikian apabila saya ada di posisi itu, di waktu itu? Bagaimana saya bisa yakin? Bagaimana cara mencegah supaya tidak terjadi kondisi seperti itu?

Salah satu penyebab keruntuhan khilafah adalah korupsi. Seperti yang dilakukan oleh banyak penguasa. Kembalikan ke diri sendiri, apakah saya tidak akan melakukan demikian apabila saya ada di posisi itu, di waktu itu? Bagaimana saya bisa yakin? Bagaimana cara mencegah supaya tidak terjadi kondisi seperti itu? Tidakkah saya melakukan korupsi dalam kehidupan sehari-hari?

Penyebab lainnya adalah hutang. Bagaimana salah seorang pangeran mulai mengambil hutang yang disediakan oleh Prancis. Prancis melihat ini sebagai jalan masuk untuk mengalahkan kekhalifahan, setelah berbagai macam usaha yang sudah dilakukan. Dan hal ini terbukti ampuh. Dari hutang yang ditebus dengan akses. Dari akses kecil menjadi besar dan semakin membesar seiring dengan hutang yang tidak lain adalah riba.

Hutang ini menjadikan kerusakan yang sangat parah. Berbeda dengan yang terjadi pada masa khalifah Utsman bin Affan. Dimana pemerintahan Utsman memberikan hutang tanpa riba, untuk membeli tanah di daerah taklukan. Hal ini justru bisa menggerakkan perekonomian dengan sangat efektif, karena kaum muslim bisa menjadi sangat produktif.

Saya pun juga mengamati bagaimana sejarah Mehmet II, atau yang dikenal dengan Muhammad Al Fatih. Bahwa beliau adalah seseorang yang bisa memenuhi nubuat Nabi saw atas penaklukan Konstantinopel adalah tidak terbantahkan. Dan Romawi adalah kerajaan yang sudah di ambang siklusnya adalah faktual. Namun, detail dari kehidupan beliau, ada beberapa versi yang cukup membuat heran. Bagaimana beliau dididik untuk menjadi penguasa dan penakluk, tidak diceritakan beliau mempelajari Quran dan sunnah. Apakah menjadi penakluk lebih penting daripada Quran dan Sunnah? Bagaimana dalam serial Ottoman, para wanita nya tidak mengenakan jilbab dengan baik. Serial tersebut dibuat oleh pembuat film di Turki. Secara syariat, Sultan Mehmet II sebagai khalifah, akan harus bertanggungjawab apabila syariat tidak ditegakkan. Apabila faktanya tidak seperti itu, maka film ini menjadi fitnah atas Sultan Mehmet II. Apakah orang Turki tidak ada yang protes mengenai detail pahlawan Islam ini? Atau mereka menganggap tidak ada yang salah dengan ini?

Hal-hal seperti ini harus dilakukan secara seimbang. Apabila terus-menerus mempelajari bagaimana idealnya kehidupan di zaman Rasulullah, maka apabila ada kerusakan kita tidak akan menyadarinya. Bahkan mungkin kita sedang melakukan kerusakan, atas nama agama. Sebaliknya apabila terus-menerus mengkritik sejarah maupun zaman ini, maka kita tidak akan memperbaiki keadaan menuju idealnya kehidupan Islam.

Tidak Adakah Yang Menyadari?

Dari sekian ribu tahun yang sudah berlalu sejak zaman Nabi saw di tahun 700 an Masehi, bukan tidak ada beberapa momen yang berupaya mengembalikan Islam ke kehidupan. Salah satunya dilakukan oleh Ibnu Taimiyyah dan Abdul Wahhab. Yang sayangnya hal ini ditanggapi dengan berbagai sudut pandang, bahkan dari umat Islam sendiri. Beberapa bahkan dianggap ini adalah paham sesat dan dianggap bukan Islam. Apakah ini tanda bahwa umat ini tidak mengenal Islam dan Nabi saw?

Yang terjadi saat ini justru beberapa golongan membuat pemahaman sendiri dan menarik pengikut-pengikutnya masing-masing, dan membuat klaim bahwa merekalah satu-satunya golongan yang masuk surga. Tidak ada yang salah dengan kepercayaan seperti itu. Tapi bagi saya, kepercayaan buta, fanatisme tanpa ada pemikiran dan perunutan kembali pada Quran dan Sunnah, bukan Islam. Karena memang Islam sesederhana itu.

Beberapa saat yang lalu, dunia dihebohkan dengan kemunculan ISIS. Mereka membaca ayat Quran dan menggorok leher manusia, yang direkam kamera. Pada awalnya saya pun sangat bingung, mengapa orang bisa menghafal Quran kemudian membunuh manusia? Dan kemudian saya berkesimpulan bahwa mereka belum selesai mempelajari Quran dan Sunnah. Apalagi saya.

Dan saya pun mulai tergerak untuk mulai mempelajari Quran dan Sunnah. Beberapa paham yang saya temui saya anggap salah, karena mengharuskan setor sejumlah uang. Menyedihkan sekali Islam seperti ini. Paham lainnya malah mengharapkan donasi untuk keperluan dakwah. Zaman keemasan dari mana?

Saya pribadi pun berasumsi bahwa Islam yang benar adalah Islam yang membuat hati ini tenang. Hati keluarga tenang. Hati lingkungan tenang. Hati negeri tenang. Dan zaman keemasan adalah zaman dimana semua orang berhati tenang.

Dengan kondisi umat ini yang semakin jauh dari perkenalan nya dengan Islam dan Rasulullah saw, saya pun berpikir, pada saat nanti datang hari akhir, bagaimana seorang manusia bisa selamat dari fitnah Dajjal, dengan mengingkarinya. Dan bagaimana seorang manusia bisa membaiat Imam Mahdi sebagai pemimpin? Padahal sudah diberitakan oleh Nabi saw mengenai ciri-ciri detail fisik mereka?


Wallahu a'lam bisshawaab


Senin, 05 Maret 2018

Dunia bagi Seorang Muslim

So, I've seen the words of hadith today, said that, world is like dead body, which is only a dog that chase it.

And I thought instantly, it would never been me.

Was I?
Am I?
Will I?

What is World? Why would i chase it?

There is nothing in this world that Money can't buy. Then let's substitute the World with Money.

What is Money? Why would I chase it?

I need money for living my life. But I won't chase it. Then let's substitute the word chase with need.

Why would I need money? Is there any needs besides living the life?

I need money for living my family. Buying food, clothes, place of life, transport, communication, recreation. That is life balance. I need comfortable place of life, transport, gapless communication, soothing experiences of recreation to have more productive life.

So I am making worldly reason for how I need the money. These reasons is somehow has engraved in my subconscious mind. If I say I am not needing those, there always be someone saying (reminding) that I need that.

I do not need house.
   Really? So where your family have a shelter?
Ok. I will rent one.
   Are you ready to pay to the landlord every month for the entire of your life?
Ok. I will buy the cheapest one.
   And how your children will get the good rest in the small house? What if your family come along?
Ok. I will have the medium one.
   Will you not having a carport?
   Do you think a wifi router seems a good option for cheap internet connection?
   Also a car will save us from complicated public transportation.
   The childs is needing the good school, but its distances is required dedicated vehicle with four wheels.
...and other worldly bloody-logical-considerations of how I tragically need the money to compensate.

Actually there will not be any religious reward for having any worldly accomplishment. Religious reward is (should be) the target in every seconds of our life. It should be in behind of each consideration in my life. I must looking for how I get religious reward in each rupiahs i spent.

Afterlife is something which is infinite. There will be nothing in this world that can buy afterlife. Allah has made it so clear about what is required to get inside His Heaven.

But still, I am making excuse for ignoring the requirements. Meanwhile He said that I will find happiness ONLY if I struggle for the afterlife. That's what is the OEM said in the manual book. How can I still doubt the manual book from OEM?

And really, how can I still chasing the world?

Kamis, 09 Juli 2015

(After)life Gambling

Kadang saya merasa kurang beruntung hidup di masa setelah Rasulullah tidak ada, kecuali hanya ditinggalkan Al Quran dan Hadits nya. Padahal pada saat kiamat nanti umat Rasulullah akan terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya satu saja yang masuk surga.

Masalahnya adalah, kita bisa tahu satu golongan itu, setelah kita meninggalkan dunia ini, tempat kita diuji selama rata-rata 70 tahun, dan kita tidak akan pernah bisa minta ujian ulang. Kita harus 'gambling' untuk mencari, meyakini, dan mengikuti satu golongan yang paling kita anggap benar, dan kita anggap sebagai satu golongan yang akan masuk surga.

Mencari.
Sejak lahir kita sudah dalam keadaan Islam, kecuali orangtua kita memutuskan yang lain. Berarti sudah aman satu masalah, yang penting sudah syahadat dulu. Kemudian kita harus mencari 1 diantara 73, yang minimal baru bisa kita lakukan setelah umur balig. Itupun kalau ada niatan untuk mencari. Mencari artinya harus belajar dari berbagai referensi dari seluruh waktu mulai dari zaman Rasulullah sampai sekarang (sejarah), berbagai versi, berbagai belahan dunia, menurut subjektivitasnya masing-masing. Apakah waktu kita cukup? Atau kita sedang sibuk mencari uang untuk mencicil rumah yang sedang kita tinggali?

Meyakini.
Sebagian besar dari kita sudah memutuskan mana yang benar tanpa ada proses pencarian dulu. Mengikuti apa yang orangtua dan lingkungan kita ikuti. Ikuti mana yang banyak, supaya tidak berat. Tapi kelihatannya 1 golongan dari 73 golongan menjalani hidup mereka dengan sangat berat karena melawan arus yang sedemikian besar. Meyakini adalah memperjuangkan. Kita menganggap diri kita benar. ISIS juga menganggap mereka benar. Besar manakah keyakinan kita dengan keyakinan ISIS? Apakah kita melakukan perjuangan segigih ISIS? Hidup mulia atau mati syahid? Menghancurkan negara orang lain, membunuh yang tidak sepaham dengan mereka, menantang negara-negara adidaya, dan lain nya.

Mengikuti.
Mempertahankan keyakinan adalah suatu hal yang jauh lebih sulit untuk dilakukan. Terlebih apabila keyakinan itu didapat tanpa adanya proses pencarian pribadi, dan didapatkan secara instan. Ketika ada referensi baru yang lain, maka bisa saja keyakinannya berpindah. Apabila kita mencari referensi secara menyeluruh, tentunya tidak akan ada referensi lain yang baru kita ketahui. Dan akan lebih mudah untuk mempelajari referensi yang baru muncul, karena bisa dibandingkan dengan referensi yang sudah kita ketahui sebelumnya.

Secara pribadi, saya tidak menyalahkan paham Salafisme, yang mengatakan bahwa kehidupan ideal adalah kehidupan di masa Rasulullah di Madinah. Sehingga kehidupan kita saat ini sedapat mungkin disamakan dengan kehidupan tersebut. Dengan demikian kita terhindar dari berbagai macam bid'ah.

Pun juga dengan paham Wahabisme. Mereka menghancurkan (dan tidak merawat) beberapa situs peninggalan bersejarah, seperti tempat lahir Rasulullah, makam para istrinya, dan situs-situs lainnya. Hal ini dilakukan supaya umat Islam tidak terjebak menyembah situs tersebut. Cukup logis, karena Islam adalah mengenai pola pikir yang kemudian membentuk cara hidup. Hal inilah yang menjelaskan mengapa Islam bisa tumbuh lagi setelah beberapa kali dihancurkan tanpa sisa di masa lalu.

Namun demikian, Islam akan mencapai masa jayanya sekali lagi dengan menguasai dunia, paling tidak sekali sebelum kiamat. Menguasai dunia artinya mengalahkan kekuatan-kekuatan yang ada saat ini. Padahal saat ini bahkan menyamai pun tidak.

Mesin uap (yang kita tahu) ditemukan oleh James Watt. Padahal ratusan tahun sebelumnya, mesin uap sudah digunakan di jaman dinasti Abbasiyah, untuk memanggang kambing supaya merata pada pesta-pesta perayaan. Namun alat pemanggang ini tidak berkembang seperti halnya mesin uap yang ditemukan James Watt. Di Inggris mesin uap ini digunakan untuk mempercepat pengangkutan kayu dari hutan ke pasar. Siapa lambat dia akan kalah dalam persaingan. Dengan demikian mesin uap semakin disempurnakan. Yang pada akhirnya muncul Revolusi Industri. Adanya revolusi ini memerlukan sumber daya energi, yaitu minyak, yang banyak terdapat di bawah tanah yang diduduki kaum muslim. Maka kaum muslim hanya perlu menjual apa yang tidak mereka buat, untuk membeli apa yang mereka inginkan. Mereka hanya memperkaya diri mereka sendiri, tapi tidak akan mengembangkan lingkungan mereka pada khususnya, dan Islam pada umumnya. Bagaimana kita bisa mengalahkan mereka apabila kita masih membeli pada mereka? Memang Raja Salman pernah mengembargo minyak pada Amerika, yang memang menimbulkan efek yang menghancurkan. Dan juga berefek pada Arab sendiri, karena mereka masih membeli dari Amerika.

Jadi, apabila ada mesin waktu, saya akan kembali ke, masa Rasulullah. Saya tinggal mengikuti apa yang Rasulullah perintahkan tanpa perlu 'gambling'. Saya tidak perlu 'gambling' mencari, meyakini, dan mengikuti satu golongan yang melawan arus 73 golongan lainnya, tapi yang paling unggul dan mencapai kejayaannya, mengalahkan semua kekuatan di dunia.

Rabbana, berilah petunjuk bagi kami jalan yang benar... Amiin..


Rabu, 16 Januari 2013

Reality Nowhere but Here

There are no single leave that fall without God's permission. What happens to us now, is exactly what God is want. I've got 4 years building of trust, peace, love, and hope. For...nothing. But really? nothing? What if i say, Allah let me built it, just to give me a lesson how to build it? I will have to build another one, with someone else, someone new. God...really...? Technically speaking (I always want to use this phrase by the way), with experience, i will be able to build it, much better than the previous. Not to mention with whom, but it should be better than the previous one. Simple logic. It is hard though, to watch my building is collapsing, corroding, deteriorating like that. But michael buble said: that's life. I am able, in fact, build the new one with some newbie. It is going to be much easier because i am the experienced.one. She will let me lead to build it. But is it much tiring? I will always to keep her behind me, dragging to work it. Or i will finish it as i could. You will get to know president when you are entering his circle. Then i met Titi, a deputy from a dreamland department. This meet will never happen if I was not enter her circle, if I was not out from my circle, if I was regretting my past. When others is such a friction coefficient titi is such a gasoline to burn my combustion engjne. The paradox, gasoline is need by everyone, so it will have a power to control which one is have the right to use it. Who am I to have it? Am I feasible enogh? Do I provide the most comfort ambient? Do my engjne is compatible with its calorific value to run with? I must.

Senin, 07 Januari 2013

Assertive or decissive? Which word?

Being assertive. Not really an interesting topic, but...it has succeed to keep my mind away from street when im on ride!! I hate being introvert anyway So. Being decisive is not a character. It is not about the skill too. Someone's speed to decide something is depend on: 1. His knowledge about what he's going to decide 2. His guts to do something he doesn't acknowledge of 3. His surrounding that pushes to make a decision 4. His partners that give material to make a decision So i'm very interesting of person who decide something in a speed of light. Whether he is veru capable of it, or he know nothing about it. It is not wise to push a person to decide something. It would be better if we can give him materials to make a decision. And it is not a clever way to keep doubt our mind. Yes or no. Take it or leave it. Be ready for the consequences. You must and must know the consequences. It is crucial. You have to collect data about the consequences would rise, and that is..takes time & skills. Turn the time back won't take it back. Because the universe doesn't work that way.

Selasa, 01 Januari 2013

Being realistic!

..a little bit? It really takes an amount of energy to be an idealist, or chasing our idealism. Idealism is a condition we feel the best for us. Sometimes we don't know where we are and how far we are from our best condition. Ideal for us can be real for other person. Actual condition for us can be different for other person. That sometimes be the problem's root. We can't match it, or we are not strong enough to state our own idealism. We claim other's idealism to be our idealism. If only we know our actual condition, we know our actual power, then we will be able to set our idealism which is real for us. It won't be stressful. So be brave to set our actual idealism. Never comparing with other's. We live our own life. Take over our own life.

Minggu, 02 September 2012

God Damn Me

Well, it happens that i earned my bachelor degree from I-fuckin-TB. And it was my decision to get graduated earlier, due to...no, it was my decision. I should stop blame someone for everything that happening to me. So, i get 2.74 at my I-fuckin-TB certificate. I thought (damn it, someone said it) that I-fuckin-TB stamp will give somekind of multiplier on that value. The fact is, job employer is not that interested for my CV. It still not the only parameter required, they said. But it is the first filter that should be considered. It is the paramater that seen clearly. I've full with people assumption of me (why they aren't stop do that??). I-fuckin-TB graduates should "apply" for better job than i do. Do you think i don't want the job with huge salary? I desperately want it. I just end up mumbling at this blog. Ika's father said that " kamu kan lulusan itb, di internet kan banyak". Like hell you can do it. Many advises from mario teguh that young man like me will gain the success & become 'the man'. His logic is impressive. But this is the life. Are you guarrantee that your logic is the true one? When i have proved your advise, is wrong, you already dead. But it's fine. I don't need to prove it. I don't need to listen to you either. I'm doing it. I get my degree from the most popular university at Indonesia. It's not always the best one, though. Because of this popularity, i have to work harder, to defend any negative stereotype, to back up my 2.74gpa. There are no multiplier (they lied, fuck). I should not dreaming any more. Work harder, harder, harder. And harder.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Boss' email. Should I Agree?

Semalam saat saya sedang mengerjakan SAP di kantor, setelah ngopi tentunya, muncul email dari bos. Tumben bukan kerjaan.

Email berantai yang bercerita mengenai NASA yang membenarkan kemungkinan matahari terbit dari barat. Beberapa minggu lalu memang saya sudah membaca mengenai cerita ini.Di email ini memuat hasil capture dari berita di koran tampaknya, karena berwarna hitam putih dan ber huruf sans serif. Secara sekilas, itu merupakan bahwa berita yang ditulis selaknjutnya bukan hoax, atau berita bohong. Tapi setelah dipikir-pikir, penelitian dari NASA kok ya munculnya di koran berhuruf sans serif. Washington Post memang kelihatannya masih berhuruf sans serif, tapi kelihatannya kok nggak mungkin juga koran besar seperti itu menulis berita tanpa fakta dan angka. Malah mengungkapkan penelitian seorang ilmuwan yang tidak terkenal, dan teori nya belum diakui.

Disitu diceritakan mengenai rotasi bumi yang diakibatkan oleh medan magnet yang ditimbulkan oleh matahari. Terus terang, saya benar-benar skeptik dengan berita ini. Sederet kata-kata dari Albert Einstein bisa membuat saya merenung. Sebuah penemuan besar dari orang yang tidak dikenal dimana-mana, ....aneh aja. Ditemukannya partikel Higgs, saya percaya. Penelitian itu melibatkan ratusan peneliti dari seluruh dunia. Dilakukan di sebuah fasilitas besar di bawah tanah Swiss. Perkembangannya diberitakan secara berkala. Nah masa kemungkinan bumi bisa berotasi dengan arah berlawanan bisa muncul tiba-tiba. Penelitiannya dilakukan di laboratoriumnya. Darimana mereka mendapatkan validitasnya? Ah saya juga belum tahu NASA nya di sebelah mana.

Bukannya saya menafikan kemungkinan matahari terbit dari barat. Dengan silogisme bahwa kiamat pasti datang, salah satu pertanda kiamat adalah terbitnya matahari dari barat, maka terbitnya matahari dari barat merupakan suatu hal yang sudah pasti. Saya tidak perlu pembuktian dari siapapun, apa gunanaya? Toh saya sudah yakin akan hal itu.

Yang saya sayangkan, si bos merupakan salah satu orang yang saya kagumi dengan kemampuan berpikirnya yang cepat dan logis. Dengan wawasannya yang luas, semestinya dia tidak begitu saja mengirimkan berita yang tidak jelas kebenarannya. Berita berita seperti ini menurut saya hanyalah menjatuhkan derajat kaum muslimin, mempercayai apa saja yang berkaitan dengan pembenaran agama Islam. Sama saja dengan memberitahu dunia bahwa orang Islam adalah orang yang tidak bisa menggunakan otaknya. Mereka bertindak 100% sesuai dengan hadis, yang belum tentu sesuai relevansi nya dengan kondisi aktual.

Mencontoh hadis merupakan salah satu perintah. Namun demikian, sabda Rasulullah kan dikeluarkan pada saat Rasulullah mengalami suatu kondisi. Dan kondisi inilah yang seharusnya disamakan dulu dengan kondisi aktual, barulah hadis itu akurat untuk diterapkan. Saya sendiri jarang membaca hadis, karena saya selalu kesulitan menyamakan kondisi aktual dengan kondisi saat itu.

Tapi sudahlah, toh si bos tidak meminta persetujuan dari resipien. Mengungkapkan ketidaksetujuan pun tidak akan membantu. Ya mungkin karakter saya seperti ini yang membuat saya banyak disukai orang, sekaligus membuat saya ditinggalkan pacar-pacar saya terdahulu. Apakah ini hal yang benar, saya belum tahu. Apakah ini yang terbaik untuk saya, saya belum tahu. Jadi langkah apa yang harus saya lakukan selanjutnya, saya pun nggak tau!

Being A Glossy Man?

Dari hasil googling kemarin, saya memasukkan term 'wanita baik untuk laki laki baik', dan satu hasil menahan pandangan dan menaruh ibu jari saya di situ.

Suatu situs yang dikelola oleh beberapa laki-laki muda, memberikan artikel gratis, seminar dan workshop berbayar di kota-kota besar, masih diadakan secara rutin dari 2010 hingga kini. Mengenai bagaimana mendapatkan cewek idaman.

Tentu saja skeptik adalah perasaan yang paling pertama menghalangi. Namun demikian, perasaan galau dan penasaran lah yang menerobos pertahanan ego saya. Setelah 4 tahun membangun hubungan jarak jauh tanpa intervensi dari pihak manapun, kemudian gagal, masih belum bisa masuk ke logika saya.

Di sini mereka saling bergantian memberikan pemikiran mereka bagaimana seharusnya memahami cewek. Yang membuat saya terus membaca, pertama karena situasi saya yang kurang lebih sama dengan yang dipaparkan di situs ini. Kedua karena saya suka dengan bahasa yang digunakan, bahasa Indonesia yang baik, sesekali ungkapan bahasa Inggris gaul, kemampuan menulis yang menyenangkan, dan logika yang sesuai dengan logika saya. Logika yang selama ini tidak saya gunakan waktu berhubungan dengan kekasih saya dulu. Walupun mereka menyangkal untuk melogikalisasi perasaan cewek.

Dari beberapa artikel yang saya baca dari situ, mungkin intinya adalah bahwa kita harus berubah. You stop evolving, you stop living. Be your BEST self, not be yourself. Tetap semangat, walau berkeringat, adalah tanda orang hebat. Quotation luar biasa dari sekumpulan orang seumuran dengan saya.

Mereka menekankan betapa pentingnya merubah diri sendiri. Mereka paham bahwa ada yang se-skeptis saya waktu awal mendengar mengenai seminar dan workshop yang mereka adakan. Dan mereka menganggap bahwa orang-orang skeptik itu adalah orang yang tidak mau berubah, dan tidak perlu dirisaukan.

Penguatan karakter juga dianggap sebagai kunci utama nya. Cintai diri sendiri, baru Anda bisa membagi cinta itu dengan yang lain.  Dengan karakter yang lemah, cewek akan secara naluri merasa tidak aman dan akan meninggalkan kita. Kira-kira seperti itu.

Tulisan mengenai Menjadi lajang yang mewah dan berkualitas, juga menggugah kesadaran saya. Selama masa berpacaran memang saya adalah laki-laki yang tidak memperhatikan apapun selain pacar saya. Dan hal ini dikutuk oleh para master tadi. Kembangkan semua potensi dari diri kita. Perbaiki diri sendiri seoptimal mungkin. Tidak ada orang hebat hidup sendiri. Toh Allah tidak akan membiarkan kita hidup sendiri. Allah hanya membiarkan saya sendiri karena saya harus menyadari bahwa saya harus memperbaiki diri saya dulu, supaya pantas dengan pasangan hidup saya yang jauh lebih baik nantinya.

Namun demikian, tips dan trik yang secara detail mereka ajarkan, tampak terlalu asing untuk saya (walaupun mereka benar-benar menekankan pentingnya perubahan diri). Sejujurnya, seyakin apapun mereka akan keberhasilan teknik yang mereka ajarkan, saya masih sangsi teknik itu akan berhasil ke semua jenis cewek. Apalagi saya bukan penyuka cewek kebanyakan.

Kalau pernah melihat serial Beauty and the Geek, mungkin seperti itu lah cewek yang mereka sasar. Cantik tapi jarang yang memiliki kepribadian dan kecerdasan. Orang dengan kepribadian dan kecerdasan menurut saya akan berpikir dengan cara yang bisa diterima dan dipahami, tidak perlu dengan tips dan trik khusus.

Tapi tetap saja saya masih membaca artikel gratis yang mereka berikan. Mereka benar-benar orang yang baik. Ilmu yang diberikan adalah total, detail, memberi semangat, dan sangat terbuka untuk saling berbagi.
All their talking is about stop being Nice Guy, but they are Nice Guys theirselves...

Rabu, 01 Agustus 2012

Start Living before You Start Dying

Mungkin sudah seminggu tidak ada sms atau email dari makhluk berjenis kelamin betina berstatus lajang. Dan sudah 3 hari saya bangun subuh jam 6, tidur lagi sampai jam 7, pulang kantor tepat waktu, main xbox, tidur. Apakah kedua fenomena ini saling berkaitan, saya belum tahu.

Setelah dapat alamat twitter dari kekasih tercinta (yang sudah tidak berhubungan), saya mulai living the past, and hoping the impossible.

Berkali-kali saya jumpai ungkapan 'nothing is impossible', tapi kenyataannya adalah memang tidak ada yang tidak mungkin, tapi usahanya jauh lebih sulit dibandingkan dengan mengerjakan yang 'possible' saja. Misalnya berharap menikah dengan Agnes Monica adalah bisa dikategorikan impossible. Karena usaha untuk mencapai hal itu adalah jauh lebih sulit dibandingkan kalau menikah dengan anak pak Lurah kampung sebelah. Berharap punya mobil Mercedes SPS AMG adalah impossible. Karena akan banyak keinginan dan kebutuhan dan kewajiban yang mesti ditinggalkan untuk mencapai hal itu. Padahal, kuantitas hal-hal yang 'possible' pun jauh lebih banyak daripada yang 'impossible'.Mengapa masih hoping the impossible?

I just want it, ya Allah. Nothing is impossible for you.

Seumur hidup, saya jarang sekali menginginkan sesuatu, so bad. Biasanya, kalau dapat rasanya ngga seneng-seneng amat, ngga dapet juga ngga sedih. Karena dari kecil saya terbiasa tidak mendapatkan apapun yang saya inginkan, membuat pikiran bawah sadar saya menerima apapun yang saya punya saat itu, dan tidak berharap lebih. Pikiran bawah sadar inilah yang membentuk karakter saya saat ini. Bahkan hingga ke kegiatan makan. Kalau ada makanan ya makan, ngga ada ya ngga makan, tidur aja.

Hal-hal yang sangat saya inginkan:
menikah dengan pacar saya : gagal (kalau belum berhasil = hoping the impossible)
punya ninja 250: gagal (kalau belum berhasil = mengorbankan adik saya = hoping the impossible)
bekerja di perusahaan mobil : gagal (Mercedes, Suzuki, Mazda, Kawasaki, Toyota, Isuzu: fail)

Hoping the impossible sebetulnya adalah pedang bermata dua, apabila kita tidak mengetahui kemampuan kita. Sama saja kita melompat ke depan yang berkabut. Bisa jembatan, bisa jurang. Namanya juga hoping kan... Ada yang bilang kalau cuma berharap tidak akan bisa terwujud. Tapi ya itu, apa yang bisa kita lakukan dengan kabut tadi? Sedangkan kita tidak punya waktu untuk menyingkirkan kabut itu.

Jadi saya masih berharap saya bisa mencapai hal-hal yang tidak mungkin bagi saya, karena memang hal-hal itu yang saya inginkan saat ini.


PERHATIAN. Living the past mungkin dapat menyebabkan start dying. But only the past that forms the future.


ps: Saya sedang berusaha untuk living now, dengan belajar main xbox, belajar menikmati kopi, belajar membaca buku, belajar menulis, belajar banyak ke mesjid. Walaupun sering terlintas (dan ditawari sana-sini) untuk wanita baru, tapi tidak terlalu excited. Ada ya ayo, ngga ada juga biasa aja.

Pengikut